Selasa, 05 Februari 2013

Tips Mengintip Spesifikasi Teknis Sebuah Komputer


http://www.pcstats.com/articleimages/200609/gbt965pds3_pcie2.jpgKomputer desktop, laptop, notebook, maupun netbook dalam tulisan ini saya singkat sebutannya menjadi “komputer” saja. Suatu saat, kita dihadapkan pada pekerjaan membeli sebuah komputer, baik untuk keperluan pribadi maupun lainnya. Sudah selazimnya kita harus memeriksa, apakah komputer target tersebut mempunyai spesifikasi teknis seperti yang kita inginkan. Apa yang tercantum dalam pembungkus ataupun casing dari komputer tersebut, terkadang juga kurang memuaskan rasa ingin tahu kita. Sangat mudah bila kita melihat spesifikasi chipset yang terpasang dalam komputer tersebut bila telah terinstall sebuah sistem operasi standar (biasanya microsoft windows), apalagi menggunakan GNU Linux yang memberikan informasi yang sangat lengkap dan akurat. Namun bagaimana apabila ternyata komputer target yang kita dambakan tersebut dijual dalam keadaan kosong alias tanpa sistem operasi? Atau kita tidak yakin dengan informasi yang disediakan oleh sistem operasi default seperti microsoft windows (karena memang biasanya OS ini kurang lengkap informasinya mengenai hardware yang terpasang di komputer). Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Persiapkan perbekalan yang memadai

Untuk memulai pemeriksaan, tentunya kita harus melihat terlebih dahulu perangkat komputer yang kelihatan dari luar yang akan digunakan untuk proses booting, bisa berupa CD/DVD, namun juga bisa flash disk atau media lain. Anda harus tahu dulu bagaimana komputer yang Anda incar tersebut, bila mempunyai salah satu atau keduanya, berarti Anda bisa meneruskan pencarian informasinya, namun bila tidak ya terpaksa kita harus lupakan dan mencari komputer lainnya. Berikutnya, Anda harus menyiapkan senjata andalan dalam media CD/DVD atau USB Flash Disk, kemudian isi senjata tersebut dengan peluru sistem operasi live ! Anda bisa mengandalkan berbagai macam GNU Linux live mana saja, kalau saya pribadi lebih mengandalkan slackware, baik dalam bentuk live, maupun installer defaultnya sudah cukup. Untuk membuat installer dalam USB Flash Disk, Anda bisa membaca caranya pada tulisan saya di situs ini tentang instalasi slackware 12 di netbook Acer AspireOne.

Bila senjata sudah siap, Anda bisa mulai berangkat hunting netbook idaman. Saya punya pengalaman saat bertanya-tanya tentang netbook unbundled OS alias kosong tersebut di sebuah pusat perbelanjaan khusus komputer dan kawan-kawannya di Makassar. Umumnya para penjaga/ pelayan toko ragu atau takut dengan namanya USB Flash Disk, sehingga perlu menanyakan dulu pada pemilik toko. Saya bisa memaklumi karena memang USB Flash Disk adalah device yang cukup ampuh untuk menyebarkan virus di dunia windows, tahu sendiri khan bagaimana kondisi etalase komputer di pasar kita ? Tapi setelah saya berikan penjelasan bahwa saya tidak akan melakukan apa-apa dengan sistem operasi yang telah terpasang maupun mengkacak-kacak sistem file dalam hardisk, melainkan hanya ingin mengetahui secara pasti perangkat yang terpasang di dalamnya, maka mereka bisa mengerti, meskipun proses untuk memahami itu juga cukup lumayan menyita waktu :) Mudah-mudahan mereka semakin banyak yang memahami cara tersebut, sehingga tidak terheran-heran.

Menggunakan Senjata Untuk Mengorek Informasi

Setelah ketemu komputer target, maka saatnya kita beraksi. Lakukan proses booting melalui senjata yang telah kita persiapkan, bisa pilih salah satu, CD/DVD atau USB Flash Disk. Tunggu beberapa saat proses booting selesai dan Anda mendapatkan akses terminal (bash). Di sini saya sarankan Anda tidak menggunakan GUI (kayak windows aja), disamping karena memakan waktu dan resource memory, juga kurang keren :D hehehe...

Langkah pertama adalah melihat sepsifikasi teknis processor dengan menggunakan perintah cat /proc/cpuinfo, contoh :

bash-3.1$ cat /proc/cpuinfo processor : 0 vendor_id : GenuineIntel cpu family : 6 model : 28 model name : Intel(R) Atom(TM) CPU N270 @ 1.60GHz stepping : 2 cpu MHz : 1594.820 cache size : 512 KB physical id : 0 siblings : 2 core id : 0 cpu cores : 1 apicid : 0 initial apicid : 0 fdiv_bug : no hlt_bug : no f00f_bug : no coma_bug : no fpu : yes fpu_exception : yes cpuid level : 10 wp : yes flags : fpu vme de pse tsc msr pae mce cx8 apic sep mtrr pge mca cmov pat clflush dts acpi mmx fxsr sse sse2 ss ht tm pbe nx constant_tsc arch_perfmon pebs bts pni monitor ds_cpl est tm2 ssse3 xtpr lahf_lm bogomips : 3189.64 clflush size : 64 power management: processor : 1 vendor_id : GenuineIntel cpu family : 6 model : 28 model name : Intel(R) Atom(TM) CPU N270 @ 1.60GHz stepping : 2 cpu MHz : 1594.820 cache size : 512 KB physical id : 0 siblings : 2 core id : 0 cpu cores : 1 apicid : 1 initial apicid : 1 fdiv_bug : no hlt_bug : no f00f_bug : no coma_bug : no fpu : yes fpu_exception : yes cpuid level : 10 wp : yes flags : fpu vme de pse tsc msr pae mce cx8 apic sep mtrr pge mca cmov pat clflush dts acpi mmx fxsr sse sse2 ss ht tm pbe nx constant_tsc arch_perfmon pebs bts pni monitor ds_cpl est tm2 ssse3 xtpr lahf_lm bogomips : 3189.63 clflush size : 64 power management: dari informasi di atas, Anda mendapatkan informasi bahwa komputer tersebut menggunakan processor merk Intel Atom dual core dengan type N270 @ 1.60GHz, mendapatkan cache memory masing-masing 512KB.

Langkah kedua memeriksa berapa memory yang terpasang dengan perintah free, contoh:

bash-3.1$ free total used free shared buffers cached Mem: 2060472 1252912 807560 0 76876 706216 -/+ buffers/cache: 469820 1590652 Swap: 0 0 0 dari informasi tersebut, kita mendapatkan bahwa memory yang terpasang di netbook adalah sebesar 2GB.

Langkah ketiga memeriksa besarnya hardisk dengan perintah cfdisk. Perlu dipahami bahwa letak block device hardisk itu bermacam-macam sesuai hardware yang dipakai. Bila hardisknya bertipe ATA, biasanya block device yang dikenal adalah /dev/hda, bila hardisknya bertipe SATA, biasanya block device yang dikenal adalah /dev/sda, nah kadang ada beberapa distro yang mengenalinya lain, ini karena kernel yang dipakai sudah dilakukan patching, sehingga berbeda informasi yang dikeluarkannya dalam urusan hardware khususnya harddisk. So... keep understanding what you used. Contoh penggunaan cfdisk atau cfdisk /dev/sda, maka kita akan mendapatkan ruang kapasitas daya tampung hardisk tersebut.

Langkah keempat memeriksa peripheral atau dikenal di bahasa teknis “chipset” yang digunakan pada komputer tersebut. Biasanya atau umumnya komputer banyak dipasang chipset pendukung utamanya di slot pci, oleh karena itu kita bisa melihat chipset apa saja yang terpasang di slot tersebut dengan perintah lspci, contoh :
bash-3.1# lspci

00:00.0 Host bridge: Intel Corporation Mobile 945GME Express Memory Controller Hub (rev 03)

00:02.0 VGA compatible controller: Intel Corporation Mobile 945GME Express Integrated Graphics Controller (rev 03)

00:02.1 Display controller: Intel Corporation Mobile 945GM/GMS/GME, 943/940GML Express Integrated Graphics Controller (rev 03)

00:1b.0 Audio device: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) High Definition Audio Controller (rev 02)

00:1c.0 PCI bridge: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) PCI Express Port 1 (rev 02)

00:1c.1 PCI bridge: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) PCI Express Port 2 (rev 02)

00:1d.0 USB Controller: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) USB UHCI Controller #1 (rev 02)

00:1d.1 USB Controller: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) USB UHCI Controller #2 (rev 02)

00:1d.2 USB Controller: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) USB UHCI Controller #3 (rev 02)

00:1d.3 USB Controller: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) USB UHCI Controller #4 (rev 02)

00:1d.7 USB Controller: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) USB2 EHCI Controller (rev 02)

00:1e.0 PCI bridge: Intel Corporation 82801 Mobile PCI Bridge (rev e2)

00:1f.0 ISA bridge: Intel Corporation 82801GBM (ICH7-M) LPC Interface Bridge (rev 02)

00:1f.1 IDE interface: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) IDE Controller (rev 02)

00:1f.2 IDE interface: Intel Corporation 82801GBM/GHM (ICH7 Family) SATA IDE Controller (rev 02)

00:1f.3 SMBus: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) SMBus Controller (rev 02)

02:00.0 Ethernet controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd. RTL8101E/RTL8102E PCI Express Fast Ethernet controller (rev 02)

03:00.0 Ethernet controller: Atheros Communications Inc. AR242x 802.11abg Wireless PCI Express Adapter (rev 01)

Mari kita perhatikan beberapa diantaranya, yaitu:
Audio yang dipakai adalah Intel type ICH7 HDA (High Definition Audio Controller)
00:1b.0 Audio device: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) High Definition Audio Controller (rev 02)

VGA yang dipakai adalah Intel type 945GME Express
00:02.0 VGA compatible controller: Intel Corporation Mobile 945GME Express Integrated Graphics Controller (rev 03)

Ethernet atau (konektor RJ45 biasa dipakai untuk jaringan kabel UTP) yang dipakai adalah Realtek type RTL8101E/RTL8102E
02:00.0 Ethernet controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd. RTL8101E/RTL8102E PCI Express Fast Ethernet controller (rev 02)

Wifi (Wireless Fidelity) yang dipakai adalah Atheros type AR242x 802.11abg
03:00.0 Ethernet controller: Atheros Communications Inc. AR242x 802.11abg Wireless PCI Express Adapter (rev 01)


Langkah kelima memeriksa perangkat/ chipset lainnya. Biasanya perangkat tambahan seperti webcam atau wifi dipasang pada slot usb, untuk itu kita bisa gunakan perintah lsusb, contoh :
bash-3.1# lsusb

Bus 001 Device 002: ID 0c45:62c0 Microdia Sonix USB 2.0 Camera

Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub

Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

dari informasi di atas didapatkan perangkat tambahan berupa webcam dengan merk Microdia Sonix.

Selesai...

Itulah beberapa tips untuk mengenali peripheral-peripheral penting yang terpasang dalam sebuah komputer. Tentunya setiap hardware bisa berbeda-beda hasilnya, namun dengan sedikit gambaran di atas, kita sudah bisa memulai menggunakan GNU Linux sebagai senjata ampuh untuk mengenali perangkat keras yang digunakan sebuah komputer. Tanpa sistem operasipun, GNU Linux sudah cukup ampuh karena bisa dijalankan secara live ! karena hanya berjalan di memory. Kita tidak perlu mengkacak-kacak hardsik hanya untuk mengetahui informasi spesifikasi teknis yang diperlukan, apalagi menginstall OS terlebih dahulu, :D hehehe lama ! Coba dech... pasti para penjaga toko banyak yang terheran-heran, karena memang mereka tidak pernah mengalami yang ekstrim seperti itu di dunia kuno mereka yaitu w***
Selamat mencoba.... !

sumber: http://makassar-slackers.org

Senin, 04 Februari 2013

Cara Mengatasi Koputer Lambat

     Blog gaptek ini membahas tentang beberapa kerusakan pada komputer seperti misalnya komputer hang, komputer bluescreen, komputer tidak bisa booting dan komputer restart sendiri, maka dalam postingan kali ini saya akan membahas tentang 10 hal yang bisa menyebabkan komputer menjadi lambat beserta cara untuk mengatasi komputer lambat tersebut.
komputer lambat

Pada dasarnya untuk mengatasi komputer yang terasa terus melambat tersebut adalah dengan melakukan perawatan secara berkala dan melakukan beberapa langkah tune-up sederhana. Bila memang diperlukan langkah install ulang windows atau upgrade komponen hardware bisa jadi solusi tepat agar kinerja komputer tetap optimal.

Berikut 10 Penyebab komputer lambat dan cara mengatasinya.

1. Komputer lambat karena kekurangan Memory
Masalah komputer lambat karena minimnya RAM yang terpasang merupakan hal yang umumnya sudah diketahui oleh semua pengguna komputer.

Untuk itu cobalah cek kapasitas memory yang terpasang, untuk komputer sekelas Intel Pentium 4 dengan OS Windows XP dan aplikasi standar sebaiknya upgrade-lah memory menjadi minimal 1 GB.

2. Komputer lambat karena terlalu banyaknya program yang terinstall.
Secara pribadi saya sering menemukan komputer terutama milik pribadi yang di-install bermacam-macam program didalamnya, padahal aplikasi tersebut jarang atau bahkan tidak pernah digunakan sama sekali.

Periksalah program apa saja yang terinstall dikomputer dengan cara klik Add/Remove Program di Control Panel dan un-install program-program yang hanya menjadi "accesories" tersebut.

3. Komputer lambat karena terlalu banyak startup programs dan service yang berjalan.
Hal ini berkaitan dengan point no 2, semakin banyak program yang terinstall, semakin banyak pula program dan service yang akan dijalankan ketika windows startup.


Untuk menonaktifkan startup program dan service yang berjalan otomatis tersebut, masuklah ke "System Configuration Utility" dengan cara ketik: msconfig pada menu run, kemudian pada tab service dan startup lakukan uncheck terhadap aplikasi-aplikasi yang tidak diperlukan.

Untuk melihat aplikasi apa saja yang sedang berjalan, kita bisa menggunakan tool Prosesexplorer. Dengan tool ini kita dapat melihat dan menonaktifkan (kill) aplikasi apa saja yang tidak diperlukan atau dicurigai sebagai virus.

process explorer
Download Process Explorer disini

4. Komputer lambat karena Temporary File yang sudah membengkak
Penyebab komputer lambat yang ke empat adalah sudah membengkaknya file-file temporary (sementara). Untuk Windows Xp lokasi file tersebut ada di:"C:\Documents and Settings\nama_user\Local Settings\Temp" dan"C:\WINDOWS\Temp".

Untuk membersihkannya, delete-lah file-file yang terdapat di kedua lokasi tersebut atau jalankan program Disk CleanUp dengan cara klik start-run, ketik: "cleanmgr" lalu pilih drive yang akan di-cleanup.

5. Komputer lambat karena terlalu banyak program yang berfungsi sebagai "security program"
Security program seperti program antivirus dan firewall merupakan aplikasi tambahan yang harus ada pada komputer, tetapi janganlah terlalu berlebihan misalnya dengan menginstall 2-3 program antivirus sekaligus.

Untuk masalah security windows, yang terpenting adalah lakukan update, aktifkan firewall dan gunakan antivirus yang tidak membebani komputer seperti misalnya PCMAV Antivirus serta berhati-hatilah ketika menggunakan USB Flashdisk / Memory Card.

6. Komputer lambat karena masalah pada hardisk
Hardisk merupakan komponen kedua setelah RAM yang bisa menyebabkan komputer menjadi lambat. Masalah Komputer lambat yang disebabkan oleh hardisk ini diantaranya karena:
- hardisk low space
- hardisk yang terfragmentasi
- hardisk yang sudah lama, sehingga rpm-nya menurun
- hardisk error / bad sector

Cara mengatasi komputer lambat karena masalah pada hardisk diatas adalah:
- upgrade kapasitas hardisk dengan menambah atau ganti hardisk
- lakukan defragmenter pada hardisk secara berkala
- hindarkan hardisk dari debu, goncangan dan panas berlebih.
- perbaiki kerusakan pada hardisk dengan tool checkdisk.

7. Komputer lambat karena adanya virus, malware atau spyware pada komputer.
Apabila komputer kita sudah terlebih dahulu terserang virus atau malware, maka sebaiknya jalankan Windows Safe Mode, matikan fasilitas system restore dan gunakanlah program Virus Cleaner seperti misalnya Norman Malware Cleaner untuk membersihkan virus atau malware tersebut dan lakukan pula update pada sistem operasi.

8. Komputer lambat karena System Files ada yang corrupt atau bahkan hilang.
Biasanya terjadi setelah komputer terinfeksi virus dan file-file yang terinfeksi tersebut terlanjur rusak atau terdelete oleh antivirus. Solusi yang paling gampang adalah dengan merepair sistem operasi yang digunakan.

9. Komputer lambat karena masalah hardware overheat.
Hardware overheat baik itu terjadi pada hardisk, vga card, processor atau cpu secara umum bisa menyebabkan menurunnya kinerja komputer yang pada akhirnya komputer menjadi hang, lambat atau bahkan sering restart. Untuk itu pastikan sirkulasi udara pada bagian dalam CPU berjalan dengan baik begitu juga pada fan (kipas angin) harus bersih dari debu dan dapat berputar dengan lancar.

10. Komputer lambat karena adanya masalah konektifitas pada jaringan / network
Hal ini bisa terjadi karena trafic jaringan yang tinggi, hub atau switch yang hang atau adanya virus yang mencoba masuk ke sistem komputer kita. Untuk mengatasinya, coba lepas dan pasangkan kembali konektor RJ45 pada LAN Card atau Roset LAN, restart Switch / hub dan gunakan program Port scanner untuk melihat packet data apa saja yang masuk dan keluar dari komputer kita.

Mungkin itulah beberapa hal penyebab dan cara mengatasi komputer lambat yang bisa saya simpulkan berdasarkan pengalaman yang sering saya temui, tambahan dan koreksi lainnya saya tunggu...thanks.

Minggu, 03 Februari 2013

HTML Table

ELEMENT TABLE
Element TABLE befungsi untuk membuat suatu data multidimensi yang terdiri atas kolom dan baris. Element ini mempunyai attribute seperti align, bgcolor, border, cellpadding(jarak antara tepi sel dengan isi sel), cellspacing(jarak antara sel), width(lebar tabel), height(tinggi tabel). Element TABLE berisikan element CAPTION, TH, TR dan TD.

Sintaks:
<table
   align="left"|"center"|"right"
   bgcolor="color"
   border="pixel"
   cellpadding="pixel"
   cellspacing="pixel"
   width="pixel"|"%"
   height="pixel"|"%" >
........................
</table>


ELEMENT CAPTION 
Element CAPTION berfungsi untuk membuat judul dari tabel. Element ini harus berada di dalam element TABLE dan mempunyai attribute align dengan nilai top(judul terletak di atas tabel), dan bottom(judul terletak di bawah tabel).

Sintaks:
<caption  align="top"|"bottom">
      ..........................
</caption>


ELEMENT TR (Table Row)
Element TR mendefinisikan baris pada tabel dan element ini harus berada di dalam element TABLE. Pada element TR terdapat element TH dan TD. Attribute yang terdapat pada element ini adalah align, valign(posisi vertikal), dan bgcolor.

Sintaks:
<tr
   align="left"|"center"|"right"
   valign="top"|"middle"|"bottom"
   bgcolor="color">

      ..........................
</tr>



ELEMENT TH (Table Header) dan TD (Table Data)
Element TH dan TD merupakan informasi pada tabel. TH mendefinisikan isi sel sebagai header sel pada kolom tabel dan datanya tercetak tebal dan dengan posisi ditengah sel. Element TH dan TD ini harus terletak di dalam element TR. Attribute kedua element ini adalah align, valign, bgcolor, colspan, rowspan

Sintaks:
<th
   align="left"|"center"|"right"
   valign="top"|"middle"|"bottom"
   bgcolor="color"
   colspan="number"
   rowspan="number">

      ..........................
</th>


<td
   align="left"|"center"|"right"
   valign="top"|"middle"|"bottom"
   bgcolor="color"
   colspan="number"
   rowspan="number">

      ..........................
</td>

Daftar Urutan HTML

ELEMENT OL (Orderd List)
Element OL berfungsi untuk membuat nomor daftar urut. Element ini mempunyai attribute yaitu start, dan type. Attribute start berfungsi untuk memberikan nilai awal dari daftar urutan, attribute type berfungsi untuk memilih bentuk daftar urutan yaitu A untuk abjad huruf besar, a untuk abjad huruf kecil, I untuk abjad romawi besar, i untuk abjad romawi kecil, 1 untuk angka decimal (default: start="1" type="1" ). Dalam element OL harus terdapat beberapa element LI.

Sintaks:
<ol start="number" type="A"|"a"|"I"|"i"|"1">
........................
</ol>



ELEMENT UL (Unordered List)
Element UL berfungsi untuk membuat daftar tanpa nomor urut (dalam format bullet). Element ini mempunyai attribute yaitu type. Attribute type berfungsi untuk memilih bentuk bullet yang digunakan. Nilai dari pada attribute type ini adalah "circle", "square" dan "disc" . Dalam element UL harus terdapat beberapa element LI.

Sintaks:
<ul  type="circle"|"square"|"disc">
      ..........................
</ul>


ELEMENT LI (List Item)
Element LI merupakan isi dari pada daftar. Element ini harus berada di dalam element OL atau UL. Element ini mempunyai attribute type dan value. Nilai attribute type adalah A,a,I,i,1,circle,square,disc dan attribute value berisikan nilai nomor urutan dari attribute type.

Sintaks:
<li type="A"|"a"|"I"|"i"|"1"|"circle"|"square"|"disc">
      ..........................
</li>

Format TeksHTML

ELEMENT BR (Line Break)
Element BR berfungsi untuk ganti baris. Dan element BR ini tidak mempunyai tag penutup.

Sintaks:
<br>

ELEMENT P (Paragraph)
Element P berfungsi untuk ganti paragraf yang diikuti dengan baris kosong di awal dan akhir paragraf. Tag penutup </p> sifatnya optional jika suatu paragraf diikuti oleh paragraf berikutnya. Jika tag </p> diabaikan, maka paragraf itu tidak akan diikuti dengan baris kosong di akhir paragraf.
Element P mempunyai attribute yaitu align yang bernilai "left", "center", "right" yang menspesifikasikan posisi tepi horizontal dari paragraf (default: "left").

Sintaks:
<p align="left"|"center"|"right">
      ..........................
</p>

ELEMENT H1,H2,H3,H4,H5,H6 (Header)
Element H1,H2,H3,H4,H5,H6 berfungsi untuk membuat header dengan format 6 jenis ukuran huruf  dan tercetak tebal. Nilai ukuran huruf terbesar adalah H1 dan terkecil adalah H6. Element ini mempunyai attribute yaitu align yang bernilai "left", "center", "right" yang menspesifikasikan posisi horizontal dari header (default: "left").

Sintaks:
<hx align="left"|"center"|"right">
      ..........................
</hx>


x : 1 ... 6

ELEMENT B (Bold)
Element B berfungsi untuk membuat tampilan teks tercetak tebal (bold).

Sintaks:
<b>
      ..........................
</b>


ELEMENT I (Italic)
Element I berfungsi untuk membuat tampilan teks tercetak miring (italic).

Sintaks:
<i>
      ..........................
</i>


ELEMENT U (Underline)
Element U berfungsi untuk membuat tampilan teks tercetak garis bawah (underline).

Sintaks:
<u>
      ..........................
</u>


ELEMENT PRE (Preformated text)
Element PRE berfungsi untuk menampilkan teks seperti apa adanya.

Sintaks:
<pre>
      ..........................
</pre>


ELEMENT CENTER 
Element CENTER berfungsi untuk menampilkan teks dengan posisi horizontal ditengah.

Sintaks:
<center>
      ..........................
</center>


ELEMENT BASEFONT
Element BASEFONT berfungsi untuk merubah dasar ukuran huruf tampilan dari web browser. Attribute dari element ini adalah size yang merupakan ukuran  huruf dengan nilai "1" sampai dengan "7" pixel, atau berupa ukuran relatif ( + atau - ), default nya adalah "3" pixel. Element ini tidak mempunyai tag penutup.

Sintaks:
<basefont size="pixel">
 

ELEMENT FONT
Element FONT berfungsi untuk merubah jenis, ukuran dan warna dari tampilan huruf. Element ini mempunyai attribute color untuk merubah warna huruf, face untuk merubah jenis huruf (jika lebih dari satu jenis huruf, harus dibatasi dengan koma), dan size untuk merubah ukuran huruf (pixel).

Sintaks:
<font color="warna" face="font" size="pixel">
      ..........................
</font>


ELEMENT HR (Horizontal Rule)
Element HR berfungsi untuk membuat suatu garis horizontal. Element ini tidak mempunyai tag penutup dan mempunyai attribute align untuk menempatkan posisi secara horizontal ("left", "center", "right"), size untuk ukuran ketebalan garis ("pixel"), width untuk ukuran panjang garis ("persen"), dan noshade (garis solid).

Sintaks:
<hr align="left"|"center"|"right" size="pixel" width="persen" noshade>

Struktur dasar HTML

HTML merupakan singkatan dari HyperText Markup Language adalah script untuk menyusun dokumen-dokumen Web. Dokumen HTML disimpan dalam format teks reguler dan mengandung tag-tag yang memerintahkan web browser untuk mengeksekusi perintah-perintah yang dispesifikasikan.

Struktur dasar dokumen HTML adalah sebagai berikut:
<html>
<head>
<title>Disini Judul Dokumen HTML</title>
</head>
<body>
        Disini penulisan informasi Web
</body>
</html>
Dari struktur dasar HTML di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Tag
Adalah teks khusus (markup) berupa dua karakter "<" dan ">",  sebagai contoh <body> adalah tag dengan nama body.
Secara umum tag ditulis secara berpasangan, yang terdiri atas tag pembuka dan tag penutup (ditambahkan karakter "/" setelah karakter "<"), sebagai contoh <body> ini adalah tag pembuka isi dokumen HTML, dan </body> ini adalah tag penutup isi dokumen HTML.

b. Element
Element terdiri atas tiga bagian, yaitu tag pembuka, isi, dan tag penutup. Sebagai contoh untuk menampilkan judul dokumen HTML pada web browser digunakan element title, dimana:

<title>
ini adalah tag pembuka judul dokumen HTML
Disini Judul Dokumen HTML ini adalah isi judul dokumen HTML
</title> ini adalah tag penutup judul dokumen HTML

Tag-tag yang ditulis secara berpasangan pada suatu element HTML,  tidak boleh saling tumpang tindih dengan pasangan tag-tag lainnya.
Contoh penulisan tag-tag yang benar
<p>
    <b>
        ................
    </b>
</p>

Contoh penulisan tag-tag yang salah
<p>
    <b>
        ................
    </p>
</b>

c. Attribute
Attribute mendefinisikan property dari suatu element HTML, yang terdiri atas nama dan nilai. Penulisannya adalah sebagai berikut:
<TAG
   nama-attr="nilai-attr"
   nama-attr="nilai-attr"
   .................
>
   .................

</TAG>
Secara umum nilai attribute harus berada dalam tanda petik satu atau dua. Sebagai contoh, untuk membuat warna teks menjadi kuning dan latarbelakang halaman web menjadi hitam, penulisannya adalah <body bgcolor="black" text="yellow">
d. Element HTML
Menyatakan pada browser bahwa dokumen Web yang digunakan adalah HTML.

Sintaks:
<html>
..........
</html>

e. Element HEAD
Merupakan kepala dari dokumen HTML. Tag <head> dan tag </head> terletak di antara tag <html> dan tag </html>.

Sintaks:
<head>
...........
</head>

f. Element TITLE
Merupakan judul dari dokumen HTML yang ditampilkan pada judul jendela browser. Tag <title> dan tag </title> terletak di antara tag <head> dan tag </head>.

Sintaks:
<title>
.........
</title>

g. Element BODY
Element ini untuk menampilkan isi dokumen HTML. Tag <body> dan tag </body> terletak di bawah tag <head> dan tag </head>.
Element BODY mempunyai attribute-attribute yang menspesifikasikan khususnya warna dan latarbelakang dokumen yang akan ditampilkan pada browser.

Sintaks:
<body text="v" bgcolor="w" background="uri" link="x" alink="y" vlink="z">
..............
</body>

Attribute text memberikan warna pada teks, bgcolor memberikan warna pada latarbelakang dokumen HTML, background memberikan latarbelakang dokumen HTML dalam bentuk gambar, link memberikan nilai warna untuk link, alink memberikan warna untuk link yang sedang aktif, vlink memberikan warna untuk link yang telah dikunjungi.
Jika attribute bgcolor dan background keduanya dispesifikasikan maka attribute background yang akan digunakan, akan tetapi jika nilai attribute background (gambar) tidak ditemukan pada dokumen HTML maka attribute bgcolor yang akan digunakan.

Sabtu, 02 Februari 2013

Memahami Domain Name Server

Agar komunikasi dapat dilakukan dengan semua komputer di dunia, setiap komputer di jaringan Internet mempunyai nomor, seperti halnya telepon. Nomor tersebut harus unik,dan ditulis dalam format empat kumpulan angka, misalnya 202.123.41.52. Nomor ini biasa dikenal dengan sebutan alamat IP. Jadi, komputer saling berkomunikasi satu sama lain menggunakan alamat IP tersebut. Sayangnya, manusia tidak terlalu pandai untuk mengingat sedemikian banyak angka/nomor alamat IP. Untuk memudahkan manusia, dikembangkanlah nama domain yang merepresentasikan nama sebuah komputer di Internet. Contoh nama domain adalah: a.www.ipl.org – Internet Public Library di Internet. b.www.plasa.com – Plasa milik Telkom. Kita mengenal beberapa Top Level Domain (TLD) yang sifatnya global, seperti: a..com - untuk lembaga komersial b..org - untuk organisasi biasanya tidak komersial c..gov - untuk pemerintah Amerika Serikat d..edu - untuk universitas Kita juga mengenal beberapa Top Level Domain (TLD) negara, seperti: a..id – Indonesia b..sg – Singapura c..jp – Jepang Sub Domain di Indonesia a..co.id à komersial indonesia b..go.id àpemerintah indonesia (goverment) c. .ac.id à universitas (akademik) d. .web.id à situs pribadi e. .sch.id à sekolah (school) f..or.id à Organisasi non komersial g..net.id à Layanan Internet